Rumah Halal Alhamdulillah, Rumah Haram Naudzubillah

RUMAH HALAL, ALHAMDULILLAH.
RUMAH HARAM, NA’UDZUBILLAH..

Oleh : Developer Property Syariah (DPS)

Harta, kelak di hari perhitungan akan ditanya dan dihisab dalam 2 hal sebagaimana yang dikabarkan oleh Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Pertama, darimana atau dengan cara apa kita peroleh harta itu. Kedua, untuk apa harta tersebut dipergunakan.

Terkait darimana perolehan harta (khususnya rumah atau property), setidaknya ada 9 kemungkinan seseorang memilikinya dengan cara yang diharamkan. Apa saja ?

1. Rumah yang diperoleh melalui transaksi pinjaman dan atau kredit riba perbankan seperti KPR ribawi.

2. Rumah yang diperoleh melalui transaksi berakad ganda seperti “Leasing” atau Sewa Beli.

3. Rumah yang diperoleh dengan cara paksaan yaitu memaksa penjual untuk menjualnya.

4. Rumah yang diperoleh dengan cara membeli kepada pihak yang belum memilikinya secara sempurna.

5. Rumah yang diperoleh dengan transaksi akal-akalan atau ngakali riba seperti bay’ inah.

6. Rumah yang diperoleh dengan akad kongsi tapi perkongsian tersebut tidak sesuai syariah.

7. Rumah yang diperoleh dengan cara membeli dari penjual yang masih anak-anak (belum baligh atau mumayiz)

8. Rumah yang diperoleh dengan cara membeli dari pihak yang sedang kehilangan akalnya (gila atau stress)

9. Rumah yang diperoleh dengan cara membeli dari pihak yang tidak berhak menjualnya, baik via perorangan atau developer.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَمَعَ مَالاً حَرَامًا ثُمَّ تَصَدَّقَ بِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ وَ كَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa mengumpulkan harta haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak memperoleh pahala darinya dan dosanya terbebankan pada dirinya”
(HR Ibnu Hibban)

Dari Al-Qasim bin Mukhaimirah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa mendapatkan harta dengan cara yang berdosa lalu dengannya ia menyambung silaturrahmi atau bersedekah dengannya atau menginfakkannya di jalan Allah, ia lakukan itu semuanya maka ia akan dilemparkan dengan sebab itu ke neraka jahannam.” (Hasan lighairihi, HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Marasiil, lihat Shahih At-Targhib, 2/148 no. 1721)

Masih nekad punya rumah dengan cara haram ?

Kalau ada yang halal, kenapa milih transaksi haram ?

author