Nyata… !! NgeRIBAnget Rumah Disita Bank

No comment 1108 views

Jangan anggap sepele, ah cuma pinjam ke bank..
ah cuma leasing cicil KPR, cicil mobil, cicil motor..
ah cuma dikit doang, yg ga boleh kan yg banyak,
yeeyy ngeyel dikit aja dosa apalagi banyak..
iya tau riba dosa tp kalau ga gitu ngeleasing ga punya rumah, mobil, motor dong..
astagfirullah ngeyel dosa koq di kompromi..

Masih berani diperangi Allah dan Rasul nya bagi peRIBA..
Yang masih bergelimang dosa riba segera bertobatlah..
Hidup kita ga akan lama, ini sudah akhir jaman bentar lagi kiamat..

Ternyata di desa saya ada juga korban riba…

Sofyan tak pernah menyangka jika di usia senjanya bakal terusir dari rumahnya sendiri. Rumah yang berada di pinggir Jl Raya Kuningan-Cirebon itu telah dilelang oleh pihak bank, dengan alasan Sofyan menunggak pembayaran cicilan pinjaman hingga beberapa bulan. Kini Sofyan mengontrak sebuah rumah di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan “Saya sebenarnya tidak ikhlas harus kehilangan rumah karena dianggap tidak mampu melunasi pinjaman. Tapi rumah ini sudah dilelang sejak Februari tahun lalu,” papar Sofyan kepada Radardengan suara parau.

Dia menceritakan peristiwa yang tak mungkin hilang dari ingatannya selama masih hidup. Semua itu berawal saat tahun 2012 silam. Kala itu, dia terjerat penawaran manis dari seorang marketing sebuah perbankan yang menawarkan pinjaman yang prosesnya cukup mudah. Setelah beberapa kali bertemu dengan marketing tersebut, akhirnya dia memutuskan meminjam uang untuk kepentingan usaha yang tengah digelutinya.

Sofyan mengajukan pinjaman sebesar Rp120 juta. Dalam perjanjian dengan pihak bank, Sofyan diberi masa tenor selama lima tahun atau sampai 2017. Dalam perjanjian itu juga disebutkan nominal cicilan yang harus dibayar Sofyan yakni Rp3.650.000 per bulannya
Sebagai jaminan atas pinjamannya, Sofyan menyerahkan sertifikat rumahnya. Tahun pertama, dan kedua pembayaran cicilan berlangsung lancar. Memasuki tahun ketiga, usaha yang ditekuni Sofyan kurang menguntungkan sehingga berimbas terhadap upayanya membayar ke bank. Akhirnya pembayaran cicilan juga mulai tersendat “Jumlah uang cicilan yang sudah saya bayar hampir mencapai Rp107 juta dari pinjaman Rp120 juta. Untuk melunasinya, saya sempat menawarkan rumah ke orang lain. Ada yang menawar Rp800 jutaan. Tapi, saya tidak bisa menjual rumah lantaran sudah dilelang oleh bank. Saya hanya berharap agar eksekusi yang akan dilakukan ditunda, dan diberi kesempatan menjual rumah untuk melunasi utang. Hanya itu permintaan saya,” harapnya..

*sumber : http://www.radarcirebon.com/pinjam-ke-bank-rp120-juta-kehilangan-rumah-seharga-rp800-juta.html

*sumber gambar dari google

author