MASIH TIDAK TAKUT DOSA RIBA ??

No comment 58 views

MASIH TIDAK TAKUT DOSA RIBA ??

Masih tidak takut dosa riba

Masih tidak takut dosa riba?

بسم الله الرحمن الرحيم

Masih tidak mau melepaskan KPR rumah ribawi ?

Masih berat melepaskan leasing kendaraan bermotor anda ?

Masih gak tahan lihat SK PNS, BPKB atau SHM rumah kita nganggur ?

Ah, kerjaan setan memang terus dan terus menggoda anda. Maka, cukuplah peringatan dari Nabi kita untuk meninggalkan riba. Yuk, renungkan kembali.

1⃣ Dalam hadits Jabir radhiyallahu anhu. Beliau berkata,

لعن رسول الله كاتب الربا وشاهديه آكله وموكله

“Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat penulis dalam muamalah riba, dua saksinya, pemakannya (yang mengambil manfaat/keuntungan), serta yang memberikan makan darinya/atau lainnya.” (HR. Imam Muslim no. 1598)

2⃣ Dan dalam hadits Samuroh bin Jundub radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Pada suatu malam, aku pergi bersama dua orang laki-laki ke suatu tempat yang mulia dan kami mendatangi suatu sungai yang airnya berasal dari darah dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang (malaikat), sedangkan di tengah sungai tersebut ada seorang laki-laki, dan setiap kali dia ingin keluar, maka malaikat tersebut melemparkannya dengan batu, sehingga kembali ke tengah sungai dan begitu seterusnya. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata,

من هذا ؟

“Siapa dia?”

فقال: الذي رأيته في النهر آكل الربا

Maka temannya (malaikat yang bersamanya) berkata: “Yang engkau saksikan di tengah sungai adalah seorang pemakan riba.” (HR. Imam Bukhori no. 2085)

3⃣ Juga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إذا ظهر الزنا والربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله

“Jika tersebar zina dan riba di suatu tempat, maka mereka telah melakukan sebab untuk mendapatkan adzab” (HR. Thabrani dari sahabat Ibnu Abbas)

Berkata As-Syaikh Imam,

من عرف هذه الأحاديث لا يقترب الربا ولو مات جوعا

“Barangsiapa mengetahui hadits-hadits tentang larangan dan bahaya riba, maka dia tidak akan mendekati (bermuamalah) riba walaupun mati dalam keadaan lapar.”

Coba simak baik-baik sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam berikut :

يؤتى بأنعم أهل الدنيا من أهل النار يوم القيامة، فيصبغ في النار صبغة، ثم يقال: يا ابن آدم هل رأيت خيرا قط؟ هل مر بك نعيم قط؟ فيقول: لا، والله يا رب ويؤتى بأشد الناس بؤسا في الدنيا، من أهل الجنة، فيصبغ صبغة في الجنة، فيقال له: يا ابن آدم هل رأيت بؤسا قط؟ هل مر بك شدة قط؟ فيقول: لا، والله يا رب ما مر بي بؤس قط، ولا رأيت شدة قط

“Dan didatangkan orang yang paling bahagia di dunia, tapi dia termasuk penduduk neraka pada hari kiamat. Lalu dia dimasukkan ke dalam neraka sesaat saja. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau pernah melihat kebaikan, apakah pernah berada di atas kenikmatan?” Maka dia berkata, “Demi Allah, tidak sama sekali wahai Rabb-ku.”
Lalu didatangkan orang yang paling sengsara di dunia tapi termasuk penduduk surga, Lalu dia dimasukkan sesaat saja ke dalam surga. Kemudian dikatakan padanya, “Apakah kamu pernah ditimpa kejelekan dan kesengsaraan?” Maka dia berkata, “Demi Allah, sama sekali tidak wahai Rabb-ku, aku tidak pernah ditimpa kejelekan dan kesengsaraan.” (HR. Imam Muslim no. 2807 dari sahabat Anas bin Malik)

Juga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu,

*ناركم جزء من سبعين جزءا من نار جهنم»، قيل يا رسول الله إن كانت لكافية قال: «فضلت عليهن بتسعة وستين جزءا كلهن مثل حرها*

“Api dunia merupakan satu bagian dari 70 bagian panasnya api neraka, maka dikatakan padanya, “Wahai Rasulullah, api dunia sudah cukup panas, maka Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Panasnya api neraka dilipatgandakan menjadi 69 kali dibandingkan panasnya api dunia.” (HR. Imam Bukhori no. 3265 dan Muslim no. 2843)

Maka wahai saudara dan saudariku…
Segeralah bertaubat, maka kalian akan beruntung.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

(( وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ))

“Dan hendaklah kalian bertaubat (wahai sekalian orang-orang beriman seluruhnya), maka dengan itu kalian akan beruntung” (QS. An-Nur : 31)

Yuk, taubat…
Sekarang tanpa nanti. Totalitas tanpa tapi.