Bener Nih Pembeli Mau Pakai Skema KPR Bank ?.

 

BENER NIH PEMBELI MAU PAKAI SKEMA KPR BANK ?

===== Ini ilustrasinya jika ambil KPR BANK =====

Jika harga akad kredit 350 juta selama 5 tahun. (Akadnya 350
lho ya, tapi dengan DP 105, cicilan di angka 6,5 juta an, kok
kalau dihitung DP 105 juta + (6,5 juta x 5 tahun) = jadi 495
juta) belum kalau bunganya floating.

1. Saat tandatangan KPR Bank, muncul biaya-biaya yaitu

– Provisi 1% : 3,5 jt
– Admin 0.1% : 350 rb
– Premi kebakaran : 300 rb
– Premi jiwa : 300 rb
– Appraisal : 400 rb
Total 4,85 jt.

2. Anggap 1 tahun angsuran lancar, sudah terbayar 100 jt.
Masih kurang bayar 300-an jt. Ternyata bulan berikutnya, suami
di PHK dan menunggak bayar 5 bulan.

Maka:
– Didenda 5% per bulan, bukannya lunas tapi menjadi tambah
tinggi hutangnya. Anggap lah jika dendanya 10 juta per bulan,
nunggak 5 bulan berarti 50 juta tambahan hutangnya
– Tidak sanggup bayar denda? Bank akan melelang rumah tersebut
dibawah harga pasar. Dan pembeli dapat apa? hanya dapat
penyesalan karena harus terusir dari rumahnya dan tidak dapat
apa-apa.

===== Sekarang mari kita lihat skema KPR SYARIAH =====

1. Di awal tanda tangan akad Istishna, TIDAK ADA biaya –
biaya. Pembeli hemat 4,85 jt

2. Saat terlambat, TIDAK KENA denda 5% per bulan karena itu
RIBA

3. Saat sudah tidak sanggup bayar angsuran Kredit, Developer
bersama Pembeli menjual rumah SESUAI HARGA PASAR pada tahun
tersebut

Ilustrasi rumah dijual setelah 1 tahun:
• Harga awal Kredit 500 jt
– Pembeli sudah bayar 200 jt
– Masih hutang ke developer 300 jt

• Rumah laku 550 juta (kenaikan harga properti bisa mencapai
20% per tahun)
Maka, dari hasil penjualan rumah tersebut
– Developer terima 300 juta untuk pelunasan sisa cicilan.
– Pembeli terima 250 juta dari hasil jual kembali unit rumahnya.

—> Kok pembeli malah untung 50 juta? Karena ada kenaikan harga properti itu tadi.

Bagaimana kalau debitur-nya KPR BANK setelah pertengahan masa
kredit lalu mau melunasi semua sisanya (misal akad 5 tahun,
pada tahun ke 2 mau langsung melunasi semua)?

Ilustrasi

Muncul biaya baru yaitu
– Penalti 2% dari sisa nya hutangnya
– Biaya Adm : 300 ribu

Jadi yang di bayar, sisa hutang + penalti + biaya adm (Mau lunasin hutang kok di denda juga)
Di skema Syariah, TIDAK ADA biaya penalti, karena Pinalti = RIBA.
Sekarang, lebih UNTUNG mana pakai KPR Bank atau skema kredit syariah? Jawab yang jujur yaa… ^_^

author