7 Langkah Jago Jualan Property

No comment 397 views

 

Oleh : Gilang Arif Freeanto

Untuk seorang marketing jago jualan property perlu beberapa item, tahapan dan belajar gila gilaan untuk menjadi jago, ini adalah 7 rumus sederhana untuk jago jualan property, silahkan disimak.

1.  Siap kan Product Knowledge ( Copywriting, Visual Copy, Visual Video, F.A.Q Produk).

Product knowledge ini biasanya sudah disediakan oleh developer atau melalui agency property untuk menunjang marketing memasarkan project di lapangan, dipelajari dipahami semakin lengkap maka akan semakin besar peluang closing nya plus ditunjang keahlian marketing dalam handling buyer.


2.
  Promosi/ publikasi / Iklan sebanyak-banyak nya melalui online (MarketPlace, Sosmed, Instan Messenger,dll) atau Offline (Persentasi di Kantor, Sebar Kartu Nama, Kopdar Komunitas, Canvasing, dll)

Setelah product knowledge dimiliki dan dipahami baru step berikutnya adalah tahapan mempromosikan, ada dua cara yg bisa kita lakukan,

Pertama melalui online, Segala resource digital bisa dimanfaatkan apalagi saat ini era modern dalam memasarkan dengan mudah dg istilah digital marketing, dari mulai yg gratisan seperti iklan di marketplace seperti OLX rumahdijual dll, sosmed personal seperti facebook dll, ataupun instan messenger seperti whatapps telegram BBM dll.
Jika ingin hasil yg optimal dan ada uang kita bisa pake yang berbayar, bisa di marketplace, Facebook Ads, Adwords, dll.

Kedua
melalui offline, kelebihan nya ini bisa kita face to face di bandingkan online, semua punya kelebihan dan kekurangan, ini bisa kita lakukan dengan cara presentasi di kantor, buka stand, sebar kartu nama, sebar brosur di event diantara nya car free day, dll


3.
  Setelah mendapatkan peminat silahkan perkenalan, cari apa kebutuhannya & edukasi terlebih dahulu tentang konsep Projectnya.

Gunakan pendekatan dari hati kehati, jalin komunikasi yang baik, jangan pake prinsip hit n run sudah closing lalu di tinggal dibiarkan, sampaikan detail product knowledge nya, jika bertanya usahakan fast respon karena kalau ga gitu buyer udah males duluan.
Dan yg terpenting minta data buyer tersebut minimal Nama, No HP/WA, Email Aktif, dan Alamat.
Sampaikan data ini untuk disetor kepada developer atau agency terkait fee marketing nanti jika closing dan juga untuk kita update informasi terkait project, Jika dijelaskan begitu Insaa Allah buyer bisa memahami.

 

4.  Terus lakukan pendekatan kepada calon Buyer, sehingga benar2 berminat ingin membeli unitnya.

Tahapan ini dimana saat buyer tertarik dengan project yg kita tawarkan dan puas dengan pelayanan edukasi yg kita lakukan sampai dengan tahap sudah tidak ada yg ditanyakan lagi.

 

5.  Jika calon Buyer sudah berminat & serius, maka arahkan untuk mengikuti Gathering.

Jika buyer sudah yakin ambil unitnya, maka arahkan untuk membeli NUP (Nomor Urut Pembelian) di acara gathering nanti yg diadakan developer, ini salah satu teknik closing massal. untuk booking fee dan memilih lokasi unit nya.
atau jika developer tidak menggunakan cara ini, maka silahkan arahkan dan pandu buyer ke kantor pemasaran.

 

6.  Tetap kawal calon Buyer Anda sampai akad & melakukan pembayaran.

Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasca booking fee baik di gathering atau ke kantor pemasaran, follow up sampai pembayaran DP.
nah biasanya sampai tahapan ini fee marketing sudah bisa dicairkan, tetapi dikembalikan kepada developer mempunyai kebijakan nya seperti apa menyesuaikan karena berbeda2.

 

7.  Terus jalin Silaturrahim dengan Buyer anda supaya mereka merasa puas dengan pelayanan Anda, sehingga mereka akan kembali menghubungi anda disaat membutuhkan properti yg mereka inginkan.
Terutama dibagian prospek (database) harus banyak… kumpulkan data2 peminatnya…

 

* Dikutip dari berbagai sumber

* Sumber gambar dari google

author